Sunday, May 15, 2011

Populer dan Tidak Populer

Ya judul diatas mungkin bisa menggambarkan sebagian kecil dari kehidupan saya, terutama dalam bidang pendidikan, yaitu untuk hal memilih. Saya selama bersekolah, dihadapkan oleh berbagai pilihan, dimulai dari memilih instansi pendidikan yang akan saya masuki sampai jurusan yang akan saya pilih. Semua itu berasal dari saya, tanpa ada paksaan atau hasutan orang lain.

Mengapa judul diatas seperti itu? Karena selama ini saya memilih, terutama jurusan yang selalu dianggap tidak populer. Banyak orang meragukan keputusan yang saya ambil ini, mereka meragukan akan jadi apa saya nanti jika mengambil jurusan tersebut? Sebagai penjelasan, saya saat SMA mengambil jurusan bahasa, jurusan ini tidak terlalu populer dibndingkan dengan jurusan yang umum ada. Pada awalnya saya sempat berkeinginan masuk IPS, tetapi apa daya semakin lama saya semakin tidak suka dengan mata pelajaran yang ada di jurusan tersebut. Lalu jatuhlah pilihan saya pada jurusan bahasa. Di jurusan ini saya bisa mengekspresikan diri saya apa adanya, saya merasakan ini memang pilihan yang saya ambil sendiri dan saya yakin jika saya menjalaninya dengan baik saya akan bisa menjadi seseorang.

Lalu muncul anggapan orang kalau dari jurusan bahasa saya akan susah masuk perguruan tinggi negeri, tetapi lihat? Saya berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri dengan usaha saya sendiri, walaupun lagi-lagi jurusan yang saya ambil dianggap tidak populer serta tidak menjanjikan untuk sukses. Ya, saya mengambil jurusan Antropologi Budaya saat kuliah. Bagi sebagian orang akan bertanya apa itu? Itu yang menggali fosil ya? Kalau itu arkeologi, jadi jelas kan betapa tidak populernya ilmu yang saya ambil ini di masyarakat umum?

Bagi saya sudah biasa jurusan yang saya ambil ini diremehkan orang. Namun, kembali lagi pada pertanyaan inti, sebenarnya apa itu sukses? Siapa yang menentukan? Jurusankah? Memang tak dapat dipungkiri jurusan mempengaruhi, tetapi individu itu sendiri pengaruhnya lebih besar dari apapun. Sukses itu ditentukan dari diri kita sendiri. Bagi saya, populer atau tidak populer jurusan yang kalian ambil, yakinlah dengan itu. Yakinlah bahwa jurusan yang kalian ambil memang kalian sukai dan kalian minati, sehingga kalian akan menjalaninya dengan nyaman. Karena berawal darisana kalian nantinya akan mendapatkan kesuksesan. Jadi jangan takut mengambil keputusan untuk memilih jurusan, karena kalian sendiri yang akan menjalani semua itu, yakin dan berani, sebab sukses diawali dari keyakinan serta keberanian mengaambil keputusan :)

3 comments:

Granna Dieson Embigail said...

bolehkah saya bertanya?

saya masuk di jurusan bahasa kelas XI. seperti yang anda katakan. banyak yang meremehkan saya dan membuatku jadi minder. lalu bagaimana saya bisa masuk universitas negeri? apakah lewat jalur undangan?

ikhda :)

Khairunnisa said...

kebetulan angkatan saya ada empat orang yang masuk universitas negeri, lewat jalur apapun kita bisa masuk universitas negeri. ada yang masuk sastra jerman, hubungan internasional, dan saya sendiri antropologi budaya. tapi percaya nggak? angkatan atas ada yang bisa masuk akuntansi, hukum, jurusan yang jauh dari pelajaran di jurusan bahasa. jurusan itu nggak menentukan, asal kamu yakin sama kemampuan yang kamu punya pas mau tes dan usaha yang besar, pasti nanti bisa kok :)

Ikhda Mardhia said...

terus andai kalo masuk jalur IPS gmn? kan di bahasa gak diajarin ilmu" itu? apa perlu saya belajar ilmu IPS biar bisa lolos tes jalur tulis? tolong beri saya sedikit saran untuk tes PTN :)